Thursday, August 22, 2013

Kala Cinta Menyapa Wanita

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Post kali ini Aku mau bahas yang anak muda banget. Mungkin diantara pembaca sudah banyak yang menemukan tulisan serupa. Tapi yang namanya ilmu ga ada yang sia-sia kan? Sekaligus untuk mengikat ilmu yang sudah Aku dapatkan. 

Hmm tema tulisan kali ini tentang CINTA. Monggo disimak :)


Kalau bicara tentang cinta, yang terlintas dipikiran kita pertama kali itu pasti pacaran. Betul atau betul? *mesem* Bahkan anak SD aja banyak yang udah mulai 'berpacaran' tanpa tau makna pacaran itu sendiri. 

Cinta itu anugerah dari Yang Maha Kuasa., suci lagi fitrah. Jadi jangan kita mengotori kesuciannya dengan hal-hal yang tidak diridhai. Saat ini makna cinta memang telah menyempit pada kata 'pacaran'. Rasa ketertarikan pada lawan jenis memang muncul secara alamiah, dialami pada siapa pun dan tidak bisa dicegah. Namun ada aturan waktu dan cara untuk mengekspresikan rasa tersebut. 

Kapan? Bagaimana? 

Ketika kamu sudah siap lahir batin untuk membangun bahtera rumah tangga tentunya dengan jalan yang diridhai oleh-Nya, yup pernikahan :)

Kita bisa mengambil contoh kisah cinta yang suci dari perjalanan hidup bunda Khadijah dan Fatimah binti Muhammad.

Sebagaimana yang telah kita tahu, kisah dibalik pernikahan Khadijah dan Rasulullah SAW berawal dari ketertarikan Khadijah pada Nabi. Selang beberapa waktu kemudian Ia menyampaikan ketertarikan itu pada sahabat terdekat Nabi, agar Nabi melamar Beliau.

Dan yang kedua kisah cinta Ali bin Abu Thalib dan Fatimah binti Muhammad yang merupakan perjalanan cinta teromantis sepanjang masa. Fatimah yang sedari dulu mengagumi sosok Ali begitu pula dengan Ali yang sangat mengagumi sosok Fatimah, namun mereka membungkus rapi rasa tersebut hingga tak ada satu pun yang mengetahui. Membiarkan buncahan rasa mengadu dalam do'a dan menjadikan Tuhan sebaik sebaik peraduan. Skenario Allah memang Maha Oke, Ali dan Fatimah akhirnya membangun hidup bersama.


Kita sudah punya dua tauladan, wanita yang bergerak terlebih dahulu (tetap melalui perantara) atau mencintai dalam diam. Opsi pertama mungkin lebih tertuju pada mereka yang memang sudah siap menyempurnakan setengah agamanya. Dan opsi kedua untuk Aku pribadi dan kamu kamu yang masih berusaha memantaskan diri.

Jodoh kita merupakan cerminan diri kita. Yuk lebih memantaskan diri!


Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Mariani Yuni Susilo Wenti
@marianiyuniSW







4 comments: