Wednesday, February 12, 2014

Dua Pasang Mata


Aku tak mampu mendeskripsikan perasaan ini. Kamu yang baru kukenal seumur jagung, dengan mudahnya mencuri perhatianku. Entah racun apa yang membuatmu begitu istimewa.

Masih kuingat awal pertemuan itu. Di dalam ruang yang cukup luas, dari sekian banyak pasang mata, namun tatapmu bermuara pada tatapku. Kau memandangku dalam-dalam dan kemudian kubalas tatapan itu. Seketika aku terhanyut di dalamnya. Ku nikmati aliran arus membawaku pergi. Tak ku lawan, tak ku halau,