Tuesday, March 17, 2015

Mana yang Kau Sebut Cinta?

Dewasa ini, orang-orang sibuk mendiskusikan cinta. Berbagai topik bahasan seakan tak lepas dari tema tersebut. Bahkan tak jarang ditemui seminar-seminar yang mengambil tema khusus dari hal tersebut. Seakan pembahasaanya tak menemui akhir. Mulai dari jatuh cinta, kemudian patah hati, perselingkuhan, secret admired, friend zone, sampai poligami semua bermuara pada satu bahasan, cinta.
Tulisan ini bukan tulisan pertamaku tentang cinta, sudah sering aku mem-posting tulisan serupa. Walau sampai saat ini aku belum memahami dengan pasti seperti apa cinta itu.

Dari Wikipedia Indonesia, cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Definisi lain, cinta adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan Sang pemilik perasaan sekalipun.

Aku pernah merasa jatuh cinta, tanpa tahu apa yang membuat hatiku terasa berbunga-bunga. Seakan bumi, langit dan semesta berpihak padaku.

Aku juga pernah memiliki  kekasih, tanpa tahu apa yang membuat kami sama-sama bertahan walaupun pada akhirnya meyerah.

Aku juga pernah merasakan sakit hati, tanpa tahu duri apa yang menusuk hingga membentuk luka dan menyisakan perih.

Aku juga pernah dekat dengan seorang pria. Aku lebih memilih untuk tidak menjalin hubungan istimewa walaupun komunikasi diantara kami cukup intens. Beberapa kali aku melihatnya sedang merayu Tuhan, kuamati dari kejauhan. Aku tertegun melihat caranya. Syahdu, menghamba, penuh pengharapan.   

Dan aku juga pernah berada pada kondisi dimana aku seperti memiliki ketertarikan pada seseorang dan aku menyimpan rapat tentangnya. Rasa itu terus menetap di relung hati, kian hari kian dalam seolah disanalah tempat keabadiannya. Penantianku terlihat semu, namun nyata. Dah hingga detik ini —saat jemariku manari diatas keyboard sedangkan imajinasiku membentuk bayangmu, kamu masih menempati posisi khusus dalam hati. Entah kekuatan apa yang menjadikanmu seperti itu.

Dari sekian pengalamanku, aku masih belum mampu mendefinisikan apa yang mereka sebut cinta.

Saat aku seperti diajak terbang menembus langit, apakah itu yang disebut cinta?

Saat dua hati saling berjuang, berkorban dan menahan ego, apakah itu yang disebut cinta?

Saat aku seperti dihempas ke dasar neraka, apakah itu yang disebut cinta?

Saat aku merindu walau hati bersikeras tak mengakui, apakah itu yang disebut cinta?

Saat aku memanti dalam do’a bertahun-tahun lamanya, sedang ia tak sadar dinanti. Apakah itu yang disebut cinta? atau hanya sekadar penasaran?

Entahlah. Biar sang waktu yang membatu memecahkan dan menjabarkan misteri ini. Lewat pengalaman juga makna hidup.

So, apa definisi cinta menurut versimu?

   

No comments:

Post a Comment